Refleksi 1

  1. Definisi Algoritma
    Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah dalam kehidupan sehari-hari yang disusun secara sistematis dan logis.
    Kata logis merupakan kata kunci dalam algoritma.
    Langkah-langkah dalam algoritma harus logis dan harus dapat ditentukan bernilai salah atau benar.
    Dalam beberapa konteks, algoritma adalah spesifikasi urutan langkah untuk melakukan pekerjaan tertentu. 
    Contoh :
    Algoritma Membuat Data Microsoft Word

    • Tancapkan kabel power ke colokan (entah apa itu namanya),
    • Tekan tombol power pada monitor dan CPU,
    • Tunggu sampai loading selesai hingga muncul tampilan desktop,
    • setelah tampilan desktop muncul, Klik kiri gambar windows –> all programs –> Microsoft Office –>(klik kiri) Microsoft Office Word 20xx,
    • Tunggu hingga loading selesai dan muncul lembar kerja lalu ketik data yang anda inginkan,
    • Setelah selesai mengetik klik kiri File –> Save, kemudian beri nama file lalu klik kiri button Save,
    • Kemudian klik tanda silang merah di kanan atas untuk keluar dari MS Word,
    • (untuk mematikan komputer) Klik kiri Windows lalu klik kiri Turn Off Computer –> Turn Off/ Shutdown,
    • Setelah komputer benar-benar mati lalu cabut semua kabel power.
  2. Flowchart
    Flowchart merupakan gambar atau bagan yang memperlihatkan urutan dan hubungan antar proses beserta instruksinya. Gambaran ini dinyatakan dengan simbol. Dengan demikian setiap simbol menggambarkan proses tertentu. Sedangkan hubungan antar proses digambarkan dengan garis penghubung.
    Simbol – simbol dalam flowchart:
  3. Pseudocode
    • Pseudo-code adalah kode atau tanda yang menyerupai (pseudo) atau merupakan penjelasan cara menyelesaikan suatu masalah.
    • Pseudo-code sering digunakan oleh seseorang untuk menuliskan algoritma dari suatu permasalahan.
    • Pseudo-code berisikan langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu permasalahan [hampir sama dengan algoritma], hanya saja bentuknya sedikit berbeda dari algoritma.
    • Pseudo-code menggunakan bahasa yang hampir menyerupai bahasa pemrograman. Selain itu biasanya pseudo-code menggunakan bahasa yang mudah dipahami secara universal dan juga lebih ringkas dari pada algoritma.Contoh: Mencari bilangan terkecil dari 2 bilangan yang diinputkan
      1. Masukkan bilangan pertama
      2. Masukkan bulangan kedua
      3. Jika bilangan pertama < bilangan kedua, kerjakan langkah 4, jika tidak kerjakan langkah 5
      4. Tampilkan bilangan pertama
      5. Tampilkan bilangan kedua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s